Pentingnya Memahami Kaifiyat Wudhu

Pentingnya Memahami Kaifiyat Wudhu

Pentingnya Memahami Kaifiyat Wudhu

Kajian – Pentingnya Memahami Kaifiyat Wudhu

Jika Anda ingin menuju suatu kota dari tempat Anda tinggal, maka tentu Anda memerlukan pengetahuan dan pemahaman serta kesadaran akan hal-hal seperti berikut ini:

  • bekal apa yang Anda perlukan?
  • bekal apa yang ingin Anda bawa?
  • bagaimana cara Anda menuju ke kota tersebut?
  • kapan Anda akan berangkat?
  • bagaimana kesiapan Anda untuk berangkat?

Demikian halnya hubungan Anda dengan Wudhu. Tujuan utama kita berwudhu adalah mengharap ridha dan kedekatan dengan Allah Subhaanahu wata’ala. Tujuan ini menghendaki tujuan-tujuan lain dalam praktik berwudhu, yakni yang paling utama wudhu adalah syarat untuk mendirikan sholat. Tidak ada sholat yang bisa diterima dan sah dilakukan tanpa didahului oleh wudhu:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

” Allah tidak menerima sembahyang sseorang jika ia berhadas hingga ia wudhu”. (HR. Bukhari-Muslim)

Ibnu Mas’ud berkata:

Seorang hamba Allah telah diperintahkan untuk dipukul dera dalam kubur seratus kali, maka ia selalu meminta kepada Allah hingga berkurang hanya satu kali, maka ketika dipukul satu kali tiba-tiba kuburnya penuh dengan api, dan ketika telah selesai ia bertanya, “Mengapa Kamu memukul aku?” Jawabnya, “Karena Kamu pernah sembahnyang tetapi tidak didahului oleh wudhu.”

Dengan demikian, sesungguhnya wudhu tidaklah tepat ditempatkan sebagai tujuan. Seorang muslim menjadi muslim bukan karena dia berwudhu dan menjadikan wudhu sebagai tujuan hidupnya. Wudhu hanyalah alat untuk mencapai tujuan, dan tujuannya adalah ridha dan kedekatan dengan Allah. Bahasa Arabnya: lillahita’aalaa dan qurbatan ilallah. Karenanya, niat wudhu adalah:

  • nawaytul-wudhuua li raf’il-hadatsil-ashghraari lillahi ta’aala atau: 
  • nawaytul-wudhuua li raf’il-hadatsil-ashghraari qurbatan ilalllah.

Nah, karena wudhu hanya sekedar alat untuk mencapai ridha dan kedekatan dengan Allah Subhaanhu wata’ala seperti di atas, memahami tata cara wudhu menjadi tuntutan yang wajib bagi kita. Hukum memahami tata cara (kaifiyat) wudhu adalah wajib, sebagaimana wajib bagi Anda untuk bisa mengendarai mobil atau sepeda motor apabila Anda ingin menggunakannya untuk menempuh perjalanan.

Tentu untuk bisa mengendarai sepeda motor, Anda tidak perlu tahu secara detil tentang mesin dan cara kerjanya, cukup bagi Anda bisa mengendarainya saja. Begitu juga halnya dengan wudhu; untuk bisa wudhu dengan baik, Anda tidak perlu tahu segala sesuatu yang berkaitan dengan wudhu, khususnya debat-debat fiqh mengenai tata cara wudhu.

Yang Anda butuhkan adalah bagaimana Anda benar-benar menjalankan tata cara wudhu sesuai dengan mazhab fiqh yang Anda anut. Anda bisa memilih mazhab Syafi’i, atau Hambali, atau Hanafi, atau Maliki, atau Ja’fari, terserah Anda, sesuai dengan keyakinan Anda. Tidak perlu membuat dosa dengan cara menyalahkan cara berwudhu orang lain yang berbeda mazhab dengan Anda, sebab semuanya memiliki sumber yang sama: kitab al-Qur’an yang sama dan Sunnah Nabi yang sama.

Sumber: Misteri Energi Wudhu, Muhammad Muhyidin

Leave a Reply

*

sixteen + 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.